Menggagas Laporan Arus Kas Syari'ah Berbasis Ma'isyah: Diangkat Dari Habitus Bisnis Muslim Indonesia

Bentuk Laporan Arus Kas Syari’ah bagi perusahaan masih perlu dielaborasi lebih jauh. Disadari pula bahwa laporan keuangan syari’ah di atas masih banyak memiliki keterbatasan-keterbatasan. Secara konseptual laporan keuangan masih mengalami kendala kedalaman substansi, seperti komparasi normatif dan keterbatasan sumber data empiris. Kendala teknis juga dapat muncul dengan istilah-istilah baru seperti pemisahan masing-masing pos dalam bentuk ketundukan dan kreativitas, transaksi barakah serta bentuk kuantitatif dan kualitatif yang tidak lazim dalam koridor akuntansi keuangan.

Menurut Mulawarman (2006b) melakukan perubahan melalui penyucian harus dimulai dari pendidikan akuntansi dengan proses pencerahan dan pembebasan tujuan pendidikan. Pendidikan memegang peranan penting dalam memunculkan nilai-nilai baru dan konsep pembelajaran akuntansi yang Indonesianis. Tugas dan akuntabilitas akademisi akuntansi tak mungkin berjalan dan berhenti di satu titik tertentu, tetapi harus dengan proses perubahan sesuai dinamika masyarakat. Ditegaskan Ainsworth (2001):
Perhaps, as educators, we spend too much time trying to “prove” what we teach rather than striving to “improve” what and how we teach.

Aji Dedi Mulawarman

Klik suka di bawah ini ya