Peran dan Pengaruh Internet terhadap Perpustakaan Digital

Jurnal elektronis merupakan bentuk nyata dari suatu perpustakaan digital. Keberadaan perpustakaan digital makin penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi pengguna. Di Indonesia, terutama di lingkungan perguruan tinggi, ketersediaan jurnal elektronis makin dirasakan manfaatnya oleh civitas academica yang sebelumnya kurang memiliki akses terhadap publikasi mutakhir yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


Perpustakaan digital secara ekonomis lebih menguntungkan dibanding perpustakaan tradisional, karena institusi dapat berbagi koleksi digital, yang sekaligus dapat mengurangi kebutuhan informasi tercetak. Penggunaannya akan meningkatkan akses informasi elektronis, dan nilai jangka panjang koleksi digital akan mengurangi biaya pemeliharaan dan penyimpanan.


Perpustakaan digital tidak selalu harus berbentuk jaringan. Namun keberadaan internet sebagai jaringan wide area network (WAN) sangat berperan dalam perpustakaan digital. Internet sebagai media tempat materi digital tersedia, standar dan teknologinya akan terus tumbuh dan berkembang. Palmer (1997) menyebutkan empat hal yang akan terjadi sehubungan dengan makin dominannya internet sebagai platform bisnis. Pertama, infrastruktur internet akan terus menguat dan menjadi tulang punggung berkapasitas tinggi dan aman. Kedua, internet akan menghubungkan dan mengintegrasikan system noninternet seperti pertukaran data elektronis dan


pemrosesan transaksi. Ketiga, internet memungkinkan pengguna mengakses informasi dan pelayanan dapat dilakukan dari mana saja pada waktu kapan saja dengan menggunakan peralatan pilihan mereka. Keempat, meskipun terjadi ledakan informasi, internet mampu menyediakan berbagai pendekatan baru untuk menemukan dan mengindeks informasi.


Fenomena tersebut telah dan akan terus mempengaruhi profesi perpustakaan. Pengguna perpustakaan akan makin bergantung pada sumber informasi digital karena alasan biaya serta ketersediaan dan kecepatan memperoleh informasi. Pada tingkat tertentu, ketergantungan tersebut lebih tinggi dibanding terhadap bahan tercetak. Paradigma bahwa koleksi perpustakaan


adalah buku dan majalah tercetak harus diubah, karena perpustakaan juga mampu menyediakan informasi digital termasuk yang tersedia di pusat informasi lain dan dapat diakses dari mana saja. Dengan demikian, pelayanan perpustakaan saat ini menjadi hibrida, yaitu mencakup kedua cara pelayanan dan jenis sumber daya informasi tersebut.


Berkaitan dengan perubahan dan perkembangan tersebut, pustakawan harus tanggap, proaktif, dan seharusnya menerima dan berusaha menemukan cara untuk meresponsnya secara efektif dan inovatif dalam rangka memenuhi harapan pengguna. Pustakawan harus menyadari bahwa peran mereka telah berubah sehingga perlu upaya untuk menyiasatinya, bahkan memahami bahwa sebutan ”pustakawan” pun akan berubah, antara lain menjadi information officer information manager atau information gate keeper.


Pengguna dapat menelusur sendiri atau memesan informasi yang diperlukan kepada pustakawan. Dalam hal ini, pengetahuan dan pengalaman pustakawan dalam penelusuran sangat penting karena dapat meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Pustakawan dapat bertindak sebagai pembimbing terutama bagi pengguna baru, konsultan seperti layaknya pustakawan referens, pengawas untuk penggunaan yang tidak produktif, penelusur berdasarkan pesanan pengguna, diseminator untuk penyebarluasan informasi, dan organisator untuk mengorganisasikan bahan-bahan web.


Penerbitan publikasi elektronis merupakan kegiatan untuk menyebarkan berbagai informasi tentang dan oleh perpustakaan. Perpustakaan memiliki dan memelihara sendiri suatu situsweb. Kegiatan ini pada dasarnya sama dengan penerbitan berbagai selebaran, brosur, leaflet, pamflet panduan perpustakaan, daftar perolehan baru, dan berbagai jenis katalog, yang biasanya dilakukan oleh perpustakaan. Dalam kaitan ini, perpustakaan bertindak sebagai penerbit.


Situs perpustakaan memberi peluang baru bagi pustakawan untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tergolong sulit untuk dilakukan. Peluang tersebut di antaranya adalah mempublikasikan karya khas yang tidak diterbitkan tetapi didokumentasikan di perpustakaan


sebagai deposit. Karya tersebut antara lain adalah laporan penelitian, karya tulis, makalah seminar, simposium, bahan-bahan kuliah, dan publikasi lain. Kegiatan lain yang dapat dilakukan dengan bantuan internet adalah pelayanan perpanjangan pinjaman sebagai alternatif perpanjangan melalui telepon, konsultasi antara pengguna dengan pustakawan referens, penyediaan hubungan ke sumber daya web lain, serta penerbitan buletin.


Di Indonesia, penyediaan jasa internet terus meningkat dari tahun ke tahun, walaupun penyebarannya belum merata di setiap provinsi. Kondisi ini akan berdampak terhadap perkembangan paradigm penyediaan informasi dan pelayanan perpustakaan.


Oleh: Eka Kusmayadi, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian


 

Klik suka di bawah ini ya