Mengenal Pendidikan Ekonomi Syariah di IPB

Perkembangan sistem dan praktik ekonomi dan syariah yang semarak sejak 1990-an membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berlatar belakang ekonomi syariah dalam jumlah besar. Kebutuhan SDM tersebut tidak diimbangi dengan upaya pengembangan program pendidikan SDM ekonomi syariah dengan kapasitas dan kualitas yang memadai. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan sistem pendidikan ekonomi syariah di Indonesia menjadi sangat urgen saat ini.


Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi Syariah (IES) di Institut Pertanian Bogor, yang di-launching padal 5 Mei 2010 dan berada di bawah Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), merupakan langkah konkret IPB dalam upaya menjawab kebutuhan SDM ini. Dari sisi keilmuan, prodi IES berusaha untuk me-ngekstraksi konsep ekonomi dalam Alquran dan sunah serta menurunkannya menjadi sebuah body of knowledge yang utuh.


Dari sisi operasional, prodi ini dirancang tidak hanya untuk menawarkan program pendidikan gelar tingkat sarjana, tetapi juga secara terintegrasi dan sinergis akan mengembangkan program penelitian dan pengembangan serta ikut berperan aktif dalam jaringan lembaga yang melakukan advokasi dan sosialisasi ekonomi syariah.


Visi dari prodi IES adalah menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan serta advokasi ekonomi syariah yang bertaraf internasional dan menjadi rujukan terkemuka di Indonesia. Adapun misi yang hendak dicapai adalah (1) menyelenggarakan pendidikan program ekonomi syariah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan akreditasi unggul; (2) merancang dan mendorong kegiatan-kegiatan akademis, khususnya penelitian dan pengembangan dalam bidang ekonomi syariah beserta te-rapan-terapannya dalam rangka mendukung penyelenggaraan kebijakan ekonomi yang baik; dan (3) mengembangkan kapasitas kelembagaan FEM IPB khususnya dalam halpeningkatan kualitas dan pendayagunaan sumber daya manusianya.


Prodi IES telah menerima mahasiswa angkatan pertamanya pada tahun akademik 2010/2011. Jumlah mahasiswa yang diterima dibatasi hanya 55 orang, yang berasal dari jalur Ujian Talenta Mandiri (UTM), Beasiswa Utusan Daerah (BUD), dan SNMPTN (ujian tertulis). Walaupun baru dibuka pada SNMPTN tahun 2010, jumlah pelamar prodi IES mencapai rasio 251.


Dengan berlakunya sistem penerimaan mahasiswa nasional yang baru, untuk tahun 2011/2012 jumlah mahasiswa yang akan diterima tetap 55 orang, dengan komposisi 83 persen berasal dari SNMPTN (jalur undangan 60 persen dan ujian tertulis 23 persen) dan 17 persen sisanya berasal dari UTM dan BUD.


Empat strategi


Ada empat strategi yang tengah dan akan dilaksanakan oleh Prodi IES IPB dalam mengembangkan perannya di masyarakat. Yaitu, penguatan SDM, akademik dan kurikulum, penelitian dan pengembangan (litbang), serta advokasi dan sosialisasi.


Dari sisi SDM, pengembangan SDM dosen untuk mencapai kuantitas dan kualitas yang ideal merupakan kewajiban utama perguruan tinggi. Selain melakukan rekrutmen dosen baru, pengembangan SDM terus dilakukan dengan pendidikan dosen yang ada hingga mencapai S3 di bidang IES.


Pengembangan staf melalui program pendidikan jangka pendek {short term courses) juga dilakukan untuk penguatan keahlian staf di bidang tertentu. Penjajakan telah dilakukan dengan beberapa universitas terkemuka, seperti International Islamic University (HU) Malaysia dan HU Islamabad, Pakistan.


Sedangkan ditinjau dari sisi akademik dan kurikulum, pemantapan dan pengembangan kurikulum program sarjana IES dan sistem akademiknya merupakan target yang tengah digarap pada saat ini. Kurikulum yang ada telah didesain sedemikian rupa sehingga diharapkan dapat menghasilkan profil lulusan yang memiliki kompetensi dalam penguasaan teori dan aplikasi ekono-mi syariah sesuai dengan kebutuhan pembangunan perekonomian nasional.


Benchmarking terhadap kurikulum sejenis di beberapa perguruan tinggi IES terkemuka dilakukan untuk menjaga competitive-,ness prodi dan mahasiswa DES IPB. Di saat yang sama, FEM IPB juga telah mengembangkan kerja sama dengan baragam institusi, seperti BAZNAS, BI, perbankan syariah, media massa, dan stakeholder lainnya guna mendukung pengembangan program pendidikan bidang IES ini.


Pada jangka menengah, Prodi IES IPB tidak hanya berkonsentrasi di tingkat sarjana, tetapi akan terus dikembangkan untuk membuka program-program pendidikan pascasarjana, baik magister maupun dok-toral. Bahkan, pada pertengahan tahun ini, Program Manajemen Bisnis (MB) IPB berencana untuk membuka program Magister Manajemen (MM) Syariah.


Selain itu, program-program pendidikan dan pelatihan nondegree juga terus dikembangkan. Prodi IES telah mengembangkan Certified Islamic Banking Education and Training (CIBET) Program. Silaturahim dengan lembaga-lembaga terkait di dalam negeri (seperti DSN, MES, Bank Indonesia, dan beberapa perbankan syariah) dan di luar negeri (seperti ITU Islamabad) telah dan sedang dilakukan sehingga CIBET Program kelak dapat diimplementasikan dalam waktu dekat.


Selanjutnya, pengembangan kebijakan publik {public policy) merupakan salah satu aspek penting yang harus dikembangkan sebagai output dari kegiatan penelitian dan pengembangan. Kebijakan publik, selain bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, efisiensi, pelestarian sumber daya dan lingkungan, pemerataan, keadilan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, juga dituntut agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.


Saat ini, prodi IES (di bawah koordinasi FEM) telah melakukan beberapa penelitian bekerja sama dengan lembaga nasional (BAZNAS, BI) maupun lembaga internasional (ERTI- EDB). Penelitian yang dikerjakan, antara lain, mencakup analisis potensi dan


Ada empat strategi yang tengah dan akan dilaksanakan oleh Prodi IES IPB dalam mengembangkan perannya di masyarakat. Yaitu, penguatan SDM, akademik dan kurikulum, penelitian dan pengembangan (litbang), serta advokasi dan sosialisasi.


99faktor-faktor yang memengaruhi penghimpunan zakat serta penggunaan zakat sebagai dasar model community development.


Kemudian strategi yang keempat, kegiatan advokasi ekonomi syariah telah dilakukan jauh sebelum prodi IES berdiri, baik melalui mahasiswa maupun dosen. Sejak 2001, mahasiswa telah mengembangkan Shariah Economics Student Club (SES-C) yang selain bertujuan ke dalam untuk meningkatkan profesionalisme mereka dalam menguasai ekonomi syariah, juga mengadvokasikan ekonomi syariah ke tengah masyarakat luas.


Masyarakat yang haus akan ibnu pengetahuan dan praktik ekonomi syariah mendorong staf dosen EES untuk mengadvokasikan dan menyosialisasikannya, misalnya melalui seminar, konferensi dan workshop, media massa cetak (Jurnal Iqtishodia Republika ini), maupun media lainnya. Diharapkan, melalui empat strategi yang dikembangkan ini, Prodi ESS FEM IPB dapat turut berperan dalam pembangunan ekonomi syariah nasional.


Dr Yusman Syaukat, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

Klik suka di bawah ini ya